Menteri Trenggono juga membenarkan bahwa terdapat tiga pegawai KKP yang berada di dalam pesawat tersebut. Ketiganya merupakan bagian dari tim pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara atau air surveillance di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia.
Adapun tiga staf KKP tersebut yakni Ferry Irawan, analis kapal pengawas dengan pangkat Penata Muda Tingkat I; Deden Mulyana, pengelola barang milik negara dengan pangkat Penata Muda Tingkat I; serta Yoga Nauval yang bertugas sebagai operator foto udara.
KKP, lanjut Trenggono, terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memantau perkembangan pencarian pesawat tersebut. Sementara itu, proses pencarian serta penyelidikan penyebab insiden sepenuhnya diserahkan kepada Basarnas, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), dan Kementerian Perhubungan.
“Kami memang memiliki pesawat untuk air surveillance dan bekerja sama dengan IAT. Pesawat ini rutin digunakan untuk operasi pengawasan di seluruh wilayah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke,” pungkas Trenggono. (tim)
