Kegiatan reboisasi ini melibatkan 65 peserta, terdiri dari karyawan Telkom, Tenaga Kerja Pendukung (TKP), perwakilan Dinas Kehutanan, dan warga sekitar. Kolaborasi multipihak ini menunjukkan bahwa pelestarian hutan tidak dapat dilakukan sendiri, namun dibutuhkan keterlibatan masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha agar dampaknya benar-benar terasa.
“Kegiatan ini bukan sekadar menanam pohon, tetapi mengembalikan fungsi ekologis hutan sebagai penyangga kehidupan. Kepedulian lingkungan harus berjalan berdampingan dengan kemajuan teknologi dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, keterlibatan karyawan dalam kegiatan sosial dan konservasi menjadi sangat penting, merekalah motor penggerak yang memastikan setiap inisiatif memberikan manfaat yang konsisten, berkelanjutan, dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Senior General Manager Social Responsibility Telkom Hery Susanto.
Program TESA merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan pelestarian alam. Melalui aksi reboisasi ini, Telkom berkontribusi pada pencapaian SDGs poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan poin 15 (Ekosistem Daratan), sekaligus memperkuat gerakan karyawan untuk terlibat aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

