Iqbal mengakui, pemerintah daerah masih menghadapi tantangan dalam menyediakan akomodasi dan atraksi wisata untuk menampung ribuan wisatawan kapal pesiar sekaligus. Ke depan, Pemprov NTB menargetkan kapal-kapal pesiar dapat tinggal lebih lama sehingga dampak ekonomi yang dihasilkan semakin besar.
“Kita ingin kapal pesiar ini bisa tinggal sampai dua malam. Tapi memang masih ada keterbatasan fasilitas dan konektivitas,” katanya.
Ia menilai kesiapan pariwisata NTB, khususnya Lombok, masih tertinggal dibandingkan Bali maupun Singapura. Selain keterbatasan hotel berkapasitas besar, jarak pelabuhan dengan destinasi unggulan seperti Senggigi, Mandalika, dan kawasan Gili juga menjadi tantangan.
“Untuk menampung lebih dari 4.000 wisatawan menginap sekaligus, kita belum siap. Ke Senggigi saja bisa lebih dari satu jam. Ini yang harus kita benahi ke depan,” ujarnya.
Meski demikian, Iqbal berharap kehadiran ribuan wisatawan mancanegara tersebut tetap memberikan dampak ekonomi positif, terutama bagi pelaku pariwisata, UMKM, transportasi, dan sektor jasa di NTB.

