Setibanya di Makassar, keluarga korban akan langsung menuju fasilitas yang telah disiapkan untuk menjalani pemeriksaan antemortem, termasuk pengambilan sampel DNA oleh Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan Polri. Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari proses identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.
Sementara itu, proses pencarian dan evakuasi korban hingga kini masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan yang melibatkan unsur TNI dan Polri.
Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan telah menyiagakan Pos Antemortem di lobi Dokkes Polda Sulsel, Jalan Kumala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.
Pos tersebut dioperasikan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) yang berjumlah 12 personel dan dibagi ke dalam tiga tim untuk mendukung proses identifikasi serta penugasan ke lokasi pencarian.
Penyiagaan pos dan personel dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Dokkes Polda Sulsel. (Joesvicar Iqbal)
