Ia mengungkapkan, sejumlah siswa mengaku mencium bau yang tidak biasa dari menu MBG yang dibagikan, berbeda dari hari-hari sebelumnya. Program MBG sendiri telah berjalan di sekolah tersebut sejak Agustus 2025 dan baru kali ini terjadi insiden serupa.
“Memang ada laporan dari siswa, baunya agak beda dari biasanya,” ujarnya.
Menu MBG yang dikonsumsi siswa saat itu terdiri dari nasi, oseng labu, perkedel tahu, ayam suwir, dan buah semangka. Dugaan sementara mengarah pada lauk ayam yang diduga dalam kondisi basi, meski penyebab pasti masih menunggu hasil evaluasi lebih lanjut.
Sebagai langkah antisipasi, penyaluran MBG di SMKN 11 Semarang dihentikan sementara. Evaluasi akan dilakukan bersama pihak terkait, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat.
“Sementara kita hentikan dulu sambil dilakukan evaluasi dan pencarian penyebab. Ini masih dugaan awal,” kata Haris.
Ia memastikan pihak sekolah dan dinas terkait telah bergerak cepat menangani siswa yang mengalami gejala dengan membawa mereka ke fasilitas kesehatan terdekat.(Vinolla)
