Sejak saat itu, aksi unjuk rasa berubah menjadi bentrokan antara massa dan aparat keamanan, terutama di sejumlah provinsi bagian barat Iran. Laporan menyebutkan ratusan korban berjatuhan akibat kekerasan tersebut.
Polisi mengatakan protes damai “dibajak oleh perusuh,” yang, menurut mereka, didukung oleh agen intelijen AS dan Israel.
Serangan dilaporkan terjadi di gedung-gedung pemerintah, kantor polisi, toko, bank, dan masjid di seluruh negeri, termasuk di Teheran, menyebabkan kerugian ratusan juta dolar, menurut perkiraan awal.
Jumlah korban tewas resmi belum diketahui, tetapi perkiraan tidak resmi berkisar antara ratusan hingga ribuan.
Khamenei menegaskan bahwa sejak Revolusi Islam Iran pada 1979, Amerika Serikat terus berupaya memulihkan pengaruh dan dominasinya di Iran. Ia menambahkan bahwa kebijakan tersebut dijalankan oleh seluruh pemerintahan di Washington tanpa terkecuali.
Dia mengatakan di masa lalu, tokoh-tokoh media Barat akan terlibat, tetapi kali ini, presiden AS “sendiri mendorong para pemberontak,” merujuk pada demonstran bersenjata.
