Seala memastikan dalam kejadian kebakaran itu tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Karena saat kejadian, dua pabrik masing-masing milik Nanang Suryana as Aceng, dan Nanik, dalam keadaan sepi dari pekerja.
“Tak ada aktivitas saat pabrik tahu UMKM ini terbakar. Pemilik kedua pabrik juga tak ada di lokasi, tidak tidur disana,” ujarnya.
Sejumlah unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dikerahkan ke lokasi kebakaran guna pemadaman dua pabrik.
Barulah sekitar pukul 02.30 WIB, api dapat dipadamkan dengan mengerahkan 11 unit mobil Damkar Kecamatan Pesanggrahan. Namun dua pabrik tahu itu masih mengeluarkan bau asap.
“Untuk korban jiwa nihil,” katanya.
Dalam kejadian itu, Bos tahu pong, Aceng, mengalamai kerugian, di antaranya, dua tahang tempat adonan, mesin giling tahu, mesin air merk Shimizu, dua motor Honda Supra X 125, dua motor Honda Supra, sepeda dan 6 kwintal kacang kedelai.
“Total kerugian untuk Aceng berkisar Rp 60 juta,” terang Seala.
Kemudian, Nanik mengalami kerugian pabrik tahu yang hangus terbakar, mesin giling tahu, motor Smash dan Honda Supra, lima tahang stainless steel tempat adonan tahu, mesin air merk Shimizu serta 6 kwintal kacang kedelai.
