Set keempat, Falcons mencoba menggebrak dan unggul cepat 5-1 di awal set. Namun, kematangan mental Boy Arnes, Taylor Sander, dan Nato Dickinson berbicara banyak. Mereka menyamakan kedudukan 7-7 dan berbalik unggul 13-10 melalui serangan variatif. Meski kedua tim sempat diwarnai banyak error di penghujung laga, LavAni tetap menjaga jarak 21-17 sebelum akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 25-20.
Usai laga pelatih Falcons Tirta Bhagasasi Ariyanto Joko Sutrisno mengatakan, kekalahan hari ini hanya masalah keberuntungan saja, “Kami sudah berusaha maksimal, bahkan di set ketiga kami kalah melalui deuce beberapa kali,” ujarnya. Ia mengakui, setelah kalah di set ketiga, sebenarnya permainan anak asuhnya masih bisa mengimbangi, “Setelah itu, kami harus mengakui anak-anak banyak melakukan kesalahan sendiri. Dan kami perlu memperbaiki cover attack, ketenangan pemain saat unggul,” tukasnya.
Sementara salah satu pemain Tirta Bhagasasi Bagus Wahyu, mengakui pertarungan di Proliga perlu persiapan matang. “Kami sebenarnya sudah melakukannya, tapi seperti yang dikatakan coach Ariyanto, belum beruntung,” kata Bagus Wahyu.
