Menurutnya, politik yang kehilangan dimensi moral hanya akan menjauhkan partai dari rakyat dan melupakan tujuan dasarnya, yakni menyejahterakan masyarakat.
Maka, dia menekankan pentingnya mengembalikan politik pada nilai-nilai gotong royong dan keberpihakan kepada wong cilik
Ia menyebut ukuran keberhasilan seorang kader tidak dilihat dari menterengnya jabatan yang pernah diduduki, melainkan dari integritasnya saat menghadapi tantangan.
“Sejarah tidak akan bertanya berapa jabatan yang pernah kalian duduki. Sejarah akan bertanya, di pihak siapa kalian berdiri ketika kebenaran diuji,” tegasnya.
Lebih lanjut, Megawati menyerukan agar seluruh kader bergerak dengan kesadaran ideologis dan tanggung jawab jangka panjang demi menjaga marwah demokrasi serta nilai-nilai Pancasila.
“Politik harus menjadi alat pengabdian kepada rakyat, sekaligus sarana menjaga marwah demokrasi dan nilai-nilai Pancasila,” katanya. (far)
