Setelah menabrak motor pertama, mobil tersebut tidak berhenti dan justru menambah kecepatannya untuk melarikan diri, sebelum akhirnya kembali menabrak kendaraan lain serta pejalan kaki.
“Selanjutnya menabrak kendaraan motor Honda PCX dikendarai saudara Satrio, dan menabrak pejalan kaki atas nama Devran yang berjalan searah di depannya,” terang Joko.
Akibat rentetan tabrakan tersebut, dua remaja dilaporkan meninggal dunia, yaitu Valentino, penumpang yang dibonceng di motor pertama dan juga Satrio, pengendara motor Honda PCX yang ditabrak berikutnya.
Valentino sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong dan meninggal dalam perawatan medis di RSUD Tarakan.
“Sementara saudara Satrio mengalami luka pada kepala, kaki, dan tangan memar. Meninggal dunia di TKP, jenazah dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang,” ungkap Joko.
Sementara, tiga korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di RSUD Tarakan akibat luka memar di bagian kepala, tangan, dan kaki
Setelah menabrak para korban, pengemudi mobil minibus melarikan diri.

