“Kami baru bisa menyimpulkan penyebab pastinya setelah seluruh data dan bukti fisik terkumpul,” katanya.
KNKT telah berkoordinasi dengan Tim SAR gabungan untuk melakukan pencarian black box. Alat perekam data penerbangan ini menjadi kunci krusial untuk mengungkap penyebab pasti jatuhnya pesawat.
“Fokus utamanya adalah menemukan kotak hitam atau black box. Black box tempatnya ada di ekor pesawat. Sementara kan, ekor pesawat yang ditemukan dalam kondisi hancur. Makanya saya menitip secara khusus kepada tim di lapangan untuk mencari benda tersebut,” katanya.
Berdasarkan data manivest penerbangan, pesawat ATR tersebut mengangkut 11 orang, termasuk awak pesawat. Di dalamnya terdapat tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yakni Ferry Irawan selaku analis kapal pengawas, Deden Mulyana sebagai pengelola barang milik negara, serta Yoga Naufal sebagai operator foto udara. (far)
