Politikus PDI Perjuangan itu menuturkan, seorang pemimpin memiliki tanggung jawab utama untuk menyelesaikan persoalan, bukan memperkeruh keadaan. Dia menekankan pentingnya kepemimpinan yang solutif dan tidak terjebak dalam konflik internal.
“Saya selama menjabat menjadi Gubernur DKI Jakarta hampir satu tahun, rasanya saya enggak pernah marah,” tuturnya.
Pendekatan kepemimpinan yang dia terapkan berfokus pada solusi dan langkah strategis. Prinsip tersebut, digunakan untuk menuntaskan berbagai persoalan lama di Jakarta yang belum terselesaikan pada periode sebelumnya.
“Semua kebijakan-kebijakan gubernur yang lama, yang tidak selesai, bismillah saya selesaikan,” tegasnya.(Sofian)
