Presiden menegaskan pembangunan harus disertai pemerataan agar manfaatnya dirasakan rakyat.
“Melalui Sekolah Rakyat, negara membuka harapan baru bagi anak anak dari keluarga yang sebelumnya sulit mengakses pendidikan, sekaligus menyiapkan generasi Indonesia yang berdaya saing di masa depan,” harap Presiden.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf melaporkan Sekolah Rakyat telah beroperasi di 166 titik di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota.
Program ini menampung 15.954 siswa dengan dukungan 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan.
“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Kemkomdigi atas kesiapan jaringan dan infrastruktur digital yang mendukung kegiatan belajar,” tuturnya.
Menkomdigi Meutya Hafid menyatakan Kementerian Komdigi mendukung Sekolah Rakyat melalui penyediaan konektivitas internet, penguatan jaringan sekolah, serta literasi dan keterampilan digital.
“Dukungan ini memastikan proses belajar mengajar berjalan lancar di seluruh wilayah Indonesia, ” tegasnya. (tim)
