Harga bahan pangan seperti daging, beras, dan kebutuhan dapur lainnya dilaporkan naik tajam seiring melemahnya daya beli masyarakat.
Kondisi fiskal yang kian tertekan juga memaksa Pemerintah Iran merombak kebijakan subsidi energi. Iran, yang selama ini dikenal sebagai negara dengan harga bahan bakar minyak (BBM) termurah di dunia, mulai memberlakukan sistem harga bensin tiga tingkat sejak Desember 2025 untuk mengurangi beban anggaran, demikian dilaporan Associated Press (AP).
Dalam skema baru tersebut, setiap pengendara tetap memperoleh jatah 60 liter bensin per bulan dengan harga subsidi sebesar 15 ribu rial per liter. Setelah kuota tersebut habis, masyarakat masih dapat membeli tambahan hingga 100 liter dengan harga 30 ribu rial per liter.
Namun, konsumsi bensin di atas 160 liter per bulan dikenakan tarif lebih tinggi, yakni 50 ribu rial per liter.
Sebelumnya, pemerintah hanya memberlakukan dua tingkat harga, dengan 60 liter pertama dijual seharga 15 ribu rial per liter dan pembelian tambahan dikenakan tarif 30 ribu rial per liter. (far)
