“Untuk sopir JakLingko yang ugal-ugalan, saya sudah minta kepada kepala dinas perhubungan untuk menertibkan dan melakukan pelatihan. Kalau mereka tetap melakukan hal yang sama, sudah diganti saja,” ujar Pramono.
Kasus ini kembali menjadi sorotan publik dan memicu tuntutan agar pengawasan terhadap layanan transportasi publik di Jakarta diperketat demi kenyamanan dan keselamatan penumpang.(Vinolla)
