Sesampainya di tujuan, penumpang tersebut merekam video untuk dilaporkan melalui media sosial. Namun, tindakan itu justru memicu kemarahan sopir.
“Si sopir sempat menyembunyikan identitasnya dan berhenti lalu marah-marah ke saya karena divideokan. Sopir hampir ingin memukul saya namun tidak sempat terekam,” lanjutnya.
Menanggapi viralnya video tersebut, TransJakarta menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Kepala Departemen Humas dan CSR TransJakarta, Ayu Wardhani, menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti kasus tersebut secara serius.
“Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. TransJakarta merespons serius kejadian ini dan akan mengusut tuntas,” kata Ayu.
Ayu menambahkan, TransJakarta berkomitmen menjaga kenyamanan dan keamanan penumpang, serta tidak menoleransi perilaku pengemudi yang melanggar standar pelayanan dan etika.
Sebelumnya, pada akhir November lalu, Gubernur Jakarta saat itu, Pramono Anung, menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap sopir JakLingko yang ugal-ugalan dan melanggar aturan, termasuk pemberhentian.
