Belum ada konfirmasi langsung dari pemerintah AS atas kejadian ini. Gedung Putih dan Pentagon sejauh ini tidak memberikan komentar resmi kepada media internasional. Namun sumber dari beberapa media internasional mengabarkan bahwa di Trump telah mengetahui laporan ledakan dan aktivitas pesawat di atas Caracas.
Sementara itu, pemerintahan Presiden Nicolás Maduro mengecam keras apa yang disebutnya sebagai “agresi militer” oleh AS. Dalam siaran resmi, Venezuela menyatakan bahwa serangan terjadi tidak hanya di Caracas tetapi juga di negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira serta menegaskan penolakan atas intervensi asing.
Keterlibatan AS dalam konflik ini tidak sepenuhnya tiba-tiba. Pada akhir Desember 2025, Presiden Donald Trump mengakui serangan terhadap fasilitas pelabuhan di Venezuela, menuduh lokasi itu dipakai untuk memuat perahu narkoba, yang menurut Washington merupakan bagian dari kampanye anti-narkotika yang lebih luas.
Beberapa pengamat internasional menilai eskalasi ini adalah puncak dari ketegangan berkepanjangan. Trump sebelumnya bahkan telah menutup ruang udara Venezuela secara implisit dan melakukan blokade kapal tanker minyak Venezuela, langkah yang turut memicu reaksi keras dari negara-negara kawasan dan anggota OPEC.

