Dalam video tersebut, Nisya tampil tanpa atribut maskapai dan menyampaikan permintaan maaf dengan nada menyesal.
“Saya, Nisya, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak Batik Air dan Lion Group, serta kepada seluruh masyarakat Indonesia. Saya mengakui bahwa saya bukan pramugari dan tidak pernah menjadi bagian dari awak kabin maskapai mana pun,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tindakannya merupakan kesalahan pribadi dan tidak melibatkan pihak maskapai. Klarifikasi itu, menurutnya, disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral atas kegaduhan yang terjadi.
“Video ini saya buat dengan kesadaran penuh tanpa paksaan dari siapa pun. Saya menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang sama di kemudian hari,” pungkasnya.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan serta pengawasan ketat dalam dunia penerbangan, sekaligus pelajaran bahwa profesi awak kabin bukan sekadar seragam, melainkan tanggung jawab besar terhadap keselamatan penumpang.(Vinolla)
