Menanggapi viralnya video tersebut, Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, dr. Hakam, mengatakan pihak manajemen akan segera menggelar rapat internal untuk menindaklanjuti informasi yang beredar.
“Besok kita mau rapat. Ini memang meresahkan, tapi manajemen RSUD mau memastikan dan menyelidiki lebih lanjut. Saat ini kita kedepankan asas praduga tak bersalah dulu,” ujar dr. Hakam saat dikonfirmasi.
Ia menegaskan bahwa manajemen rumah sakit masih melakukan penelusuran untuk memastikan keaslian video serta keterlibatan oknum pegawai yang disebut dalam unggahan tersebut. Pihak RSUD, kata dia, tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum klarifikasi menyeluruh dilakukan.
Manajemen RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus menyatakan akan menyampaikan informasi lanjutan kepada publik setelah proses klarifikasi dan pemeriksaan internal selesai dilakukan.
Sementara itu, masyarakat Kudus berharap kasus ini ditangani secara transparan dan profesional. Publik juga mendesak agar sanksi tegas diberikan apabila dugaan tersebut terbukti benar, guna menjaga integritas dan kepercayaan terhadap institusi pelayanan kesehatan.

