Kent juga meminta Dinas Perhubungan DK Jakarta bergerak cepat dan tidak menunggu masalah berlarut-larut.
“Kalau bisa diantisipasi sekarang, kenapa harus tunggu makin parah? Saya akan terus kawal proyek ini sampai benar-benar memberi manfaat bagi warga, bukan malah menambah beban di jalan,” tukasnya.
Terpisah, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ujang Harmawan mengatakan, pihaknya telah mengimbau pengguna jalan untuk mencari rute alternatif. Namun, untuk pembatasan kendaraan besar, pihaknya masih menunggu keputusan dari Kementerian Perhubungan.
“Kami akan koordinasi dengan pengusaha angkutan wilayah barat. Pemprov juga sudah bersurat ke pusat. Nanti akan kami update,” kata Ujang pada awak media.
Sekadar diketahui, proyek Flyover Latumenten sendiri dibangun dengan panjang sekitar 380 meter. Digadang-gadang menjadi solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan, akibat perlintasan kereta api di kawasan tersebut. Setelah rampung, Jalan Latumenten, Jakarta Barat, direncanakan hanya digunakan sebagai akses kendaraan umum.

