Sultan Ternate berharap, kontes batu bacan bisa digelar di kampung asalnya untuk meningkatkan ketertarikan masyarakat setempat.
“Malah di luar ini yang justru luar biasa. Justru itu ada beberapa jenis bacan malah saya baru lihat di sini,” kata Sultan Ternate, Hidayatullah mengenakan batik, Minggu.
Dalam kesempatan sama, Ketua Panitia Bacan Rock Show ke-9, Riski menerangkan, ada tiga tim juri untuk menilai motif, kebeningan batu dan ukuran sesuai kelasnya.
“Misalkan di kelas doko baby small jadi harus sesuai ukurannya di baby small. Harus sesuai ukuran smallnya dan dilihat dari clarity-nya, dari warnanya yang sesuai dengan kelasnya,” ungkap Riski.
Dia menegaskan, ada sekitar 77 kelas dalam kontes Bacan Rock Show ke-9. Kontes ini sendiri akan digelar satu tahun dua kali.
Riski mengaku, pihaknya juga akan menggelar kontes serupa di Ternate, Maluku Utara. Sebab, batu permata itu berasal dari kota tersebut.
“Tadi Sultan Ternate juga minta kami main ke Ternate juga InsyaAllah nanti kita realisasikan (kontes bacan). Tadi kami juga berikan penghargaan kepada para pengrajin bacan karena mereka ini kan yang membuat batu-batu menjadi standar dan kualitasnya lebih tinggi untuk kontes,” imbuhnya.
