“Saya bawa 250 batu, all in kami di semua kategori. Ada Doko, Palamea, Halmahera, motifan, semuanya. All in pokoknya. Kebetulan saya pribadi memang pengrajin sejak tahun 2000,” ungkap Afid.
Dia menegaskan, kekalahan dalam kontes sebelumnya menjadi pelajaran. Tetapi tak patah arang, dia terus meningkatkan kualitas batu buatan tangannya sendiri dan mencari bahan batu berkategori sempurna.
“Saya awal di Pasar Rawa Bening (buka pengrajin batu). Tahun 2011 saya putusin untuk kerja di rumah. Ya, saya putusin kerja di rumah biar bisa fokus. Ketika lagi booming, dari pukul 08.00 WIB sampai 04.00 WIB itu enggak berhenti ada ratusan kami buat, kalau sekarang turun ya paling sehari 20 batu saja,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pasar Rawa Bening, Ahmad Subhan menambahkan, pada tahun 2022 kontes Bacan Rock Show kali pertama diadakan di Pasar Rawa Bening, Jatinegara, Jakarta Timur.
Kontes bacan tersebut menjadi yang terbesar di tingkat nasional maupun mancanegara.
Saat ini, kontes Bacan Rock Show sudah berjalan ke-9 dan berharap bisa terus berjalan demi meningkatkan minat pengguna batu akik khususnya bacan.
