Untuk itu, lanjut dia, pemerintah pusat dalam hal ini KKP mengembangkan program strategis seperti budidaya nila salin dan revitalisasi tambak di Pantai Utara Jawa. Langkah ini diharapkan menambah pasokan protein ikan untuk masyarakat.
“Melalui program nila salin dan revitalisasi pantura, sumber protein ikan kita akan semakin banyak,” ujar Machmud.
Langkah berikutnya, KKP menargetkan peningkatan produksi itu dapat memenuhi kebutuhan MBG bagi 82,9 juta penerima. Pemerintah optimistis pasokan protein dari dalam negeri bakal cukup.
“Kalau kebutuhan MBG mencapai 82,9 juta penerima dan ikan siap, maka suplai protein bisa dipenuhi dari dalam negeri,” ungkap Machmud.
Dengan penguatan budidaya nasional, KKP berharap ketahanan pangan lebih kuat sekaligus meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat Indonesia.
Sejurus Machmud mengungkapkan, dengan mengonsumsi ikan lele kandungannya tinggi protein bisa mencapai 18 gram, lebih tinggi proteinnya daripada telur.
“Ya kalau telur proteinnya sekitar 6-7 gram, lebih tinggi lele proteinnya. Apalagi puasa ramadan ini kuat dengan mengonsumsi ikan (lele),” imbuhnya.

