“Perlindungan ini memberikan manfaat yang signifikan, mulai dari biaya pengobatan tanpa batas sesuai kebutuhan medis, santunan sementara tidak mampu bekerja, hingga beasiswa pendidikan bagi anak peserta jika terjadi risiko berat. Nilai manfaat yang diterima jauh lebih besar dibandingkan iuran yang dibayarkan,” kata Indra.
Selain memberikan perlindungan kepada para kader, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperluas kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke lapisan masyarakat lainnya. Dukungan langsung dari pengurus wilayah dinilai berperan penting dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi pekerja informal untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Dengan dukungan dan komitmen semua pihak, percepatan perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di wilayah Jakarta dapat segera terwujud,” cetus Indra. Sebagai informasi, Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan merupakan program nasional yang bertujuan memastikan seluruh pekerja, baik formal maupun informal, mendapatkan perlindungan sosial ketenagakerjaan. Program ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat jaring pengaman sosial serta mencegah munculnya risiko kemiskinan baru akibat kecelakaan kerja atau kematian pencari nafkah. (msb/dani)
