“PON-nya tetap PON NTB–NTT. Namun jika ada cabang olahraga, khususnya cabang Olimpiade, yang membutuhkan fasilitas khusus dan belum tersedia, Jakarta siap memfasilitasi. Infrastruktur kita sangat siap,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa Jakarta terakhir kali menjadi juara umum PON pada 2012. Setelah itu, posisi Jakarta sempat turun, namun kembali bangkit pada PON 2018. Menurutnya, pengalaman tersebut harus menjadi pelajaran berharga untuk menyusun strategi menuju PON 2028.
Lebih lanjut, Pramono menekankan pentingnya pembinaan atlet yang berjenjang dan berkelanjutan. Ia menyoroti keberhasilan Jakarta menjadi juara umum di berbagai ajang, mulai dari PON Pelajar, PON Tunarungu, hingga PON Mahasiswa.
“Pembinaan atlet Jakarta berjalan dengan baik. Tinggal bagaimana atlet-atlet berprestasi, termasuk yang tampil di SEA Games, bisa dimanajemen dan dirawat dengan serius agar prestasinya terus berlanjut,” tegasnya.
Musorprov XIII KONI DKI Jakarta ini turut dihadiri Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, jajaran pengurus KONI, serta perwakilan cabang olahraga se-DKI Jakarta.
