Sementara itu, calon tunggal Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Dr. Hidayat Humaid, M.Pd., menegaskan komitmennya untuk menjalankan keputusan Musorprov dan mendukung penuh target juara umum PON 2028.
“Siapa pun yang terpilih nanti, mekanisme Musorprov harus kita hormati. Namun satu hal yang sudah diputuskan bersama, target juara umum PON 2028 di NTB–NTT tidak bisa ditawar lagi,” ujar Hidayat.
Ia menilai, kepengurusan KONI DKI ke depan harus mampu menghadirkan inovasi program pembinaan yang berorientasi pada prestasi dan kesejahteraan atlet. Salah satu fokus utama adalah mencegah eksodus atlet DKI ke provinsi lain.
“Pembinaan harus terus berjalan. Atlet pelajar dan mahasiswa perlu mendapat perhatian serius, mulai dari beasiswa, kemudahan melanjutkan pendidikan, hingga jaminan masa depan. Atlet yang belum bekerja juga harus difasilitasi agar bisa berkarya, misalnya melalui BUMD DKI Jakarta,” jelasnya.
Menurut Hidayat, program pelatihan atlet DKI Jakarta sejatinya sudah berjalan sejak 2025 dan akan terus ditingkatkan. Pada 2026, DKI juga akan menghadapi berbagai multi-event, termasuk PON Pantai, sebelum memasuki masa kualifikasi PON pada 2027.
