Pernyataan itu memperlihatkan bahwa bagi keluarga ini, persoalan bukan semata jabatan atau status sebagai petugas haji, melainkan bagaimana menyikapi keputusan yang datang tiba-tiba.
Chiki, yang dikenal vokal di media sosial, sebelumnya sempat mengungkapkan rasa kecewanya. Unggahan tersebut langsung ramai diperbincangkan, memunculkan spekulasi dan berbagai opini publik.
Namun alih-alih membawa persoalan ini ke ranah yang lebih panas, Ikang memilih sikap tenang. Ia menegaskan perannya sebagai ayah adalah memberi kepercayaan.
“Menguatkannya dengan percaya sama dia,” ucapnya singkat.
Hingga saat ini belum ada penjelasan resmi yang detail mengenai alasan perubahan keputusan tersebut. Situasi ini pun memantik diskusi tentang transparansi dan profesionalitas dalam proses seleksi PPIH.
Di tengah derasnya opini, keluarga Fawzi tampaknya memilih menempatkan peristiwa ini sebagai bagian dari perjalanan hidup. Bagi Ikang dan Chiki, yang terpenting bukan pencoretan itu sendiri, melainkan keyakinan bahwa setiap peristiwa memiliki waktu dan alasan.
