Putusan ini sempat membuat Trump mengumumkan tarif 10 persen melalui jalur hukum berbeda pada Jumat, sebelum akhirnya ia naikkan menjadi 15 persen kurang dari 24 jam kemudian.
Trump juga melontarkan kritik keras terhadap para hakim konservatif yang tergabung dalam mayoritas putusan. Ia menyebut para hakim tersebut “tidak loyal”, “bodoh”, dan “anjing peliharaan”.
Dia pun melontarkan tuduhan bahwa enam hakim dalam kelompok mayoritas, termasuk dua hakim yang ia tunjuk pada masa jabatan pertamanya, telah “dipengaruhi oleh kepentingan asing.”
“Saya berpendapat bahwa kepentingan asing diwakili oleh orang-orang yang menurut saya memiliki pengaruh yang tidak semestinya,” katanya, mengutip AFP pada Minggu (22/2).
Sebaliknya, ia memberikan apresiasi kepada tiga hakim konservatif yang mendukung posisinya, yakni Clarence Thomas, Samuel Alito, dan Brett Kavanaugh. Trump memuji mereka atas “kekuatan dan kebijaksanaan” dalam membela kebijakan tarif pemerintah.
Putusan ini dinilai mengejutkan, mengingat sejak Trump kembali menjabat 13 bulan lalu, Mahkamah Agung kerap memperluas ruang gerak kewenangan presiden. Namun kali ini, kebijakan tarif yang menjadi ciri pendekatan ekonominya justru dibatasi.

