“Alhamdulillah, memenuhi prediksi,” kata Wahyudi.
Tingginya animo masyarakat tak lepas dari strategi Ragunan menghadirkan pengalaman lebih dari sekadar rekreasi. Selama libur Imlek, pengunjung disuguhkan atraksi feeding time atau pemberian pakan satwa, serta sesi keeper talk yang memungkinkan pengunjung berdiskusi langsung dengan penjaga satwa.
Program ini dinilai efektif meningkatkan interaksi edukatif antara pengunjung dan satwa, sekaligus memperkuat citra Ragunan sebagai destinasi wisata keluarga berbasis konservasi.
Melalui akun Instagram resmi @ragunanzoo, pengelola juga mengumumkan bahwa operasional tetap berlangsung pada 16–17 Februari, dan tutup pada 18 Februari sebagai hari libur satwa.
Sebagai salah satu ruang terbuka hijau terbesar di Jakarta, Ragunan berdiri di atas lahan seluas 147 hektare. Kawasan ini menjadi rumah bagi lebih dari 2.009 ekor satwa dari berbagai spesies serta ditumbuhi lebih dari 20 ribu pohon.
Di tengah kepadatan kota, Ragunan tetap menjadi pilihan utama warga untuk berlibur dengan biaya terjangkau, suasana rindang, dan nilai edukasi yang kuat. (Vinolla)

