Tiba-tiba bulan Februari 2026 wajah dia dan identitasnya ada di media sosial. Tuduhan yang menurut dia, hal ini tidak ada dasarnya dan atas hal tidak mengenakkan dialaminya dia melaporkan kasus dugaan pencemaran nama baiknya ke Polda Metro Jaya.
Dia katakan, dia mengenal yang bersangkutan dari suaminya CR, yang bermain band di tempat usaha dia jalankan. Ketika itu, dia memang sedang mencari band untuk menghibur pengunjung di cafe yang dia jalankan di tahun 2017.
“Perkenalan itu sebatas pekerjaan profesional. Saya ditanya penyidik, diasumsikan seperti apa yang dituduhkan. Dan saya membantah, tidak melakukan itu,” tegasnya.
RB mengaku, tidak ada komunikasi dengan CR, dan tidak ada hal lainnya. Pada tempat dia berusaha orang lain menyewa dan memakai area publik dan orang lain bisa membooking. Klien memakai tempat usahanya itu biasa, dan untuk jam juga tidak bersentuhan langsung karena memang lokasi ramai pengunjung.
Lalu, pada 14 Februari 2022 karena transisi Covid-19 pihaknya tidak lagi sanggup membayar sewa sehingga dia dengan terpaksa harus menutup tempat usahanya.

