“Apalagi sebelumnya, saya sudah meninjau DossGuavaXR Studio yang merupakan satu kebanggaan hidden gems dari lokasi di balik layar film ini. Terima kasih kepada Artha Graha Peduli yang sudah percaya dengan IP Indonesia melalui subsektor film dan selalu mendukung perjuangan ekonomi kreatif lewat UMKM. Tanpa dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak dalam bentuk hexahelix, maka akan sulit sekali Indonesia bisa maju ke depan. Pelangi di Mars menunjukkan semangat gotong royong dan kekuatan IP Indonesia sebagai karya ramah anak yang relevan,” tambah Wamen Ekraf Irene.
Film Pelangi di Mars diproduseri oleh Dendi Reynando dan disutradarai Upie Guava dengan masa garapan hampir 5 tahun. Beberapa aktor dan aktris bakal hadir dalam adegan live-action seperti Messi Gusti (Pelangi), Lutesha (Pratiwi), dan Rio Dewanto (Banyu). Sementara 5 robot ikonik akan mengeluarkan suaranya dari talenta-talenta kreatif voice actor Indonesia, misalnya Bimoky (Robot Batik), Kristo Immanuel (Yoman), Gilang Dirga (Petya), Vanya Rivani (Kimchi), dan Dimitri Arditya (Sulil).
