“Kalau diceritakan mungkin membutuhkan waktu panjang untuk menyampaikan karena peran Pak Eka sebagai Pembina PB Percasi sudah diberikan saat dirinya berusia belasan tahun hingga saat ini, “jelas Irene.
Eka Putra Wirya tambah Irene menjadi salah satu sosok besar dalam perjalanan karir dirinya termasuk juga pecatur-pecarur Indonesia saat ini, mungkin telah menghabiskan banyak materi sehingga banyak pencatur yang memberi julukan kepada beliau sebagai Master Kehidupan.
Senada dengan Eka, Irene mengatakan dirinya tetap tidak akan melepas kewarganegaraan Indonesia. “Saya masih main di PON. Karena saya itu tidak akan melepas kewarganegaraan Indonesia,” celetuk Irene dengan nada canda.
Irene dan Eric sejauh ini sama menyandang gelar Internasional Master (IM). Dari catur mereka dipertemukan sebelum sepakat melangkah untuk menikah.
Tak hayal, di syukuran yang merupakan hadiah dari Eka Putra Wirya untuk Irene, keduanya Irene dan Eric yang bertemu saat keduanya sama-sama bertemu dan menjalani kuliah S2 di Webster University Amerika Serikat melakoni catur cepat untuk memamerkan kepiawaian mereka kepada tamu undangan. Irene mampu mencatat kemenangan waktu satu detik atas suaminya Eric.
