IPOL.ID – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat penguasaan teknologi kedirgantaraan nasional melalui pengembangan propelan roket padat berbasis Hydroxyl-Terminated Polybutadiene (HTPB).
Propelan merupakan komponen utama roket yang memungkinkan terciptanya gaya dorong berdasarkan prinsip aksi-reaksi Newton, yakni dorongan gas ke belakang yang menghasilkan gerak ke depan.
Hal tersebut disampaikan Peneliti Ahli Pertama Pusat Riset Teknologi Roket BRIN, Hamonangan R. Sitompul, dalam Talkshow Kelas Periset Edisi #11 bertajuk Mengenal Bahan Bakar Roket: Polimer Propelan, HTPB, dan Arah Inovasinya di Masa Depan, di Serpong, melansir Rabu (4/2/2026).
Dirinya menjelaskan, dalam dunia kedirgantaraan, gaya dorong roket dapat dihasilkan melalui berbagai mekanisme, mulai dari pembakaran dan ekspansi gas berkecepatan tinggi hingga teknologi berbasis listrik. Berdasarkan bentuk dan sistem kerjanya, pengelompokkan propelan dibagi menjadi propelan padat, cair, hibrida, dan elektrik. Salah satu implementasi propelan padat, menurutnya telah diaplikasikan pada roket RX-100 yang diuji terbang di Pantai Santolo, Garut, dengan capaian impuls spesifik hingga 240 detik.
Lebih lanjut Hamonangan mengungkapkan, propelan padat banyak digunakan karena sistemnya relatif sederhana, aman, dan mudah disimpan. Namun demikian, propelan jenis ini memiliki keterbatasan dalam pengaturan daya dorong. Sebaliknya, propelan cair menawarkan fleksibilitas lebih tinggi karena dapat dinyalakan ulang, meski membutuhkan sistem yang kompleks dan penanganan berisiko tinggi. Untuk menjembatani kedua karakteristik tersebut, propelan hibrida dikembangkan dengan mengombinasikan bahan bakar padat dan oksidator cair guna meningkatkan aspek keselamatan dan kendali dorong.
Ia menekankan, riset propelan padat saat ini difokuskan pada pengembangan material pengikat HTPB. “Material ini berperan penting dalam menjaga kekuatan mekanik, elastisitas, stabilitas pembakaran, serta ketahanan propelan selama penyimpanan dan penggunaan. Selain HTPB, BRIN juga mengembangkan material alternatif yang lebih ramah lingkungan, seperti Hydroxyl-Terminated Natural Rubber (HTNR) dan Glycidyl Azide Polymer (GAP).”ujarnya.
Tidak hanya itu, riset ini juga diarahkan pada pengembangan propelan elektrik High Performance Green Propulsion (HiPEP) berbasis Hydroxylammonium Nitrate (HAN) yang menawarkan kendali dorong presisi dengan emisi yang lebih bersih. Upaya peningkatan kualitas HTPB melalui proses photo-Fenton serta eksplorasi polimer termoplastik turut menjadi bagian dari strategi riset untuk menghasilkan propelan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Melalui pengembangan propelan roket berbasis material maju ini, BRIN berharap dapat memperkuat ekosistem riset antariksa nasional sekaligus mendukung kemandirian teknologi roket Indonesia di masa depan. (ahmad)
