Anggota Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran (LPMQ) Kementerian Agama sekaligus penyusun Mushaf Alquran Isyarat, Ida Zulfiya Choiruddin, menyampaikan harapannya agar mushaf tersebut memberi manfaat luas bagi komunitas tuli di berbagai negara.
“Mushaf Alquran Isyarat ini merupakan ikhtiar agar sahabat tuli semakin mudah mengakses dan mempelajari Alquran, sehingga tidak ada lagi yang terhalang dalam literasi Alquran,” ujarnya.
Terpisah, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, mengatakan, pameran Mushaf Al-Qur’an Isyarat di CIBF merupakan bagian dari desain besar pengembangan layanan keagamaan yang inklusif. “Pameran Mushaf Al-Qur’an Isyarat di CIBF ini merupakan bagian dari desain besar Kementerian Agama dalam memastikan akses Al-Qur’an dapat dirasakan oleh seluruh umat Islam tanpa terkecuali, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” ujar Abu Rokhmad.
Ia menambahkan, inovasi tersebut juga menjadi bentuk diplomasi keagamaan Indonesia di tingkat global. “Indonesia ingin menunjukkan bahwa Islam yang kita kembangkan adalah Islam yang ramah, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan zaman, serta menjunjung tinggi prinsip keadilan sosial dan kemanusiaan,” tegasnya.
