Abu Rokhmad menilai kehadiran Mushaf Al-Qur’an Isyarat di forum literasi internasional memperkuat posisi Indonesia sebagai rujukan dalam pengembangan mushaf Al-Qur’an sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas negara.
Sekretaris Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam, Lubenah, menjelaskan bahwa keikutsertaan Indonesia di CIBF telah dipersiapkan secara matang melalui sinergi berbagai pihak. “Kami tidak hanya menampilkan mushaf secara fisik, tetapi juga menghadirkan edukasi melalui demonstrasi, video pembelajaran, serta interaksi langsung dengan pengunjung,” kata Lubenah.
Menurutnya, pengenalan pedoman membaca dan sesi praktik isyarat menjadi bagian dari strategi edukasi agar pengunjung memahami konsep Mushaf Al-Qur’an Isyarat secara utuh. “Kami berharap Mushaf Al-Qur’an Isyarat ini terus dikembangkan dan disebarluaskan, baik di dalam negeri maupun mancanegara, melalui pelatihan, digitalisasi, dan kerja sama dengan lembaga pendidikan serta komunitas tuli,” ujarnya. (ahmad)
