IPOL.ID – Saat ledakan mengguncang Teheran, Israel mengumumkan serangan “preemptif” terhadap Iran. Di saat bersamaan, Presiden AS Donald Trump juga mengkonfirmasi peluncuran “operasi tempur besar-besaran” di Republik Islam tersebut.
“Tujuan kami adalah untuk membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman langsung dari rezim Iran,” kata Trump dalam sebuah video yang diunggah di akun Truth Social miliknya, Sabtu (28/2/2026).
Dia bersumpah untuk menghancurkan rudal Iran, menghancurkan industri rudal mereka hingga rata dengan tanah, dan memusnahkan angkatan laut. Sekaligus menegaskan kembali bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
“Kita akan menghancurkan rudal mereka dan menghancurkan industri rudal mereka hingga rata dengan tanah. Itu akan benar-benar, sekali lagi, dimusnahkan,” kata Trump.
Serangan tersebut terjadi saat pembicaraan mengenai program nuklir Iran sedang berlangsung di bawah mediasi Oman. Babak baru perundingan di Jenewa berakhir pada hari Kamis.
Juni lalu, AS menyerang tiga situs nuklir Iran menjelang akhir perang Israel-Iran yang berlangsung selama 12 hari. (ahmad)

