Memasuki set kedua, Jakarta Electric PLN mencoba bangkit. Ersandrina Devega dkk sempat memimpin 8-6 dan menjaga keunggulan hingga 11-8 melalui pertahanan yang lebih rapat. Pertarungan sempat memanas ketika JPE berhasil menyamakan kedudukan menjadi 11-11.
Saling kejar angka terjadi hingga skor kembar 14-14 dan 16-16. Namun, kematangan mental JPE teruji di poin-poin kritis. Setelah berhasil berbalik unggul 18-16, JPE tidak lagi memberikan ruang bagi Electric PLN untuk berkembang. Meski Neriman Ozsoy berupaya keras menembus pertahanan lawan, JPE tetap mengamankan set kedua dengan skor 25-21.
Skenario awal set ketiga sempat memberikan harapan bagi Electric PLN yang unggul cepat 5-2. Ketajaman spike Neriman Ozsoy membawa timnya memimpin sementara. Namun, konsistensi menjadi masalah bagi tim tamu. JPE dengan tenang menyamakan skor 9-9 dan berbalik unggul 14-12 di pertengahan set.
Memasuki fase akhir, performa Electric PLN justru menurun akibat rentetan kesalahan sendiri. Kondisi ini dimanfaatkan dengan baik oleh armada JPE untuk terus mendulang angka hingga unggul jauh 22-17. Sebuah servis ace yang gagal diantisipasi dengan sempurna oleh lini belakang Electric PLN akhirnya menyudahi perlawanan tim tamu dengan skor 25-17.
