Dalam kegiatan tersebut, panitia kejuaraan juga menyatakan komitmen untuk memastikan seluruh atlet terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan pada setiap penyelenggaraan event berikutnya. Langkah ini dinilai sebagai standar baru penyelenggaraan kompetisi olahraga yang mengutamakan aspek keselamatan.
Ivan turut mengajak komunitas olahraga, pelaku usaha, dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan Sertakan (Sejahterakan Pekerja Sekitar Anda), yakni inisiatif membantu pekerja rentan kategori Bukan Penerima Upah (BPU) melalui pembayaran iuran. Menurut Ivan, perlindungan menyeluruh akan mendorong atlet bertanding secara maksimal tanpa mengabaikan faktor keamanan. “Prestasi dan keselamatan harus berjalan beriringan. Dengan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, atlet dapat fokus meraih kemenangan tanpa dibayangi kekhawatiran risiko finansial,” ujar Ivan. (Msb/Dani)

