Tenaga Ahli Mendiktisaintek sekaligus Ketua Tim Kajian Kebijakan Pendidikan Tinggi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan, Tri Hanggono Achmad, menegaskan bahwa pembukaan program studi baru ini bukan sekadar penambahan kapasitas pendidikan, melainkan misi kemanusiaan untuk memperluas akses layanan kesehatan berkualitas.
“Pemerintah menargetkan percepatan produksi dokter spesialis dan subspesialis untuk menutup rasio dokter yang belum ideal, terutama di luar Pulau Jawa dan wilayah 4T. Kolaborasi perguruan tinggi di Jawa Tengah dan DIY ini menjadi bukti nyata sinergi akademik dalam memperkuat sistem kesehatan nasional,” ujar Tri Hanggono Achmad.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan utama, di antaranya Gubernur Jawa Tengah, Gubernur DIY, Wali Kota Surakarta, jajaran pimpinan daerah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng dan DIY, serta pimpinan rumah sakit jejaring pendidikan, seperti RSUD Dr. Moewardi, RSUP Dr. Sardjito, dan RSUP Dr. Kariadi. Turut hadir pula pimpinan asosiasi pendidikan kedokteran (AIPKI), lembaga akreditasi (LAM-PTKes), serta jajaran direksi rumah sakit calon RSPPU.
