Rektor UNS, Hartono, selaku tuan rumah, menyampaikan komitmen UNS dan seluruh perguruan tinggi mitra untuk menjaga mutu pendidikan di tengah akselerasi pembukaan prodi baru.
“Kami memastikan bahwa percepatan ini tetap menjunjung tinggi kualitas. Dokter spesialis dan subspesialis yang dihasilkan harus memiliki kompetensi unggul dan kesiapan mengabdi di seluruh pelosok negeri,” tegasnya.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menekankan bahwa kesehatan menjadi kebutuhan dasar utama masyarakat Jawa Tengah, sejalan dengan kebijakan nasional pemeriksaan dan pengobatan gratis.
Sebagai upaya pemerataan layanan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menginisiasi program Spesialis Keliling (Speling), yakni layanan dokter spesialis berbasis mobil klinik untuk menjangkau desa-desa terpencil.
“Selama ini dokter spesialis terkonsentrasi di kota besar. Melalui program ini dan dukungan perguruan tinggi, kami berharap layanan spesialis dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa,” ujar Ahmad Luthfi.
Pada kesempatan ini, lima universitas di wilayah Jawa Tengah dan DIY secara bersama-sama meluncurkan 33 Prodi baru. UGM membuka enam Prodi yang didominasi pendidikan subspesialis vital seperti Jantung, Forensik, Patologi, serta Spesialis Pulmonologi dan Rehabilitasi Medik. UNSOED membuka Prodi Dokter Spesialis Patologi Anatomi untuk memperkuat layanan diagnostik, sementara UII berkontribusi melalui Program Studi Dokter Spesialis Patologi Klinik.
