Jawa Timur dinilai memiliki ekosistem digital yang kuat dan kolaboratif, melibatkan berbagai unsur mulai dari pesantren, akademisi, hingga sektor layanan publik seperti rumah sakit. Kondisi ini menjadi fondasi penting bagi percepatan transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
“Ekosistem di Jawa Timur berjalan dengan baik, seperti yang disampaikan Ibu Gubernur dengan pesantren, dengan akademisi kemudian dengan rumah sakit. Jadi memang tidak ada transformasi digital yang bisa bagus sendiri,” ujarnya.
Secara nasional, kebutuhan talenta digital terus meningkat dan diproyeksikan mencapai 12 juta jiwa pada tahun 2030. Kondisi ini menempatkan penguatan kemitraan dengan pemerintah daerah sebagai bagian penting dari strategi nasional.
“Dengan jumlah penduduk sekitar 42 juta jiwa, Jawa Timur dipandang memiliki peran strategis dalam mendukung pencapaian target nasional,” jelas Meutya.
Menurut Meutya, program pengembangan talenta digital di Jawa Timur dirancang sebagai bagian dari learning journey yang berkelanjutan. Skala pelatihan yang diusulkan menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam memperluas literasi dan kapasitas digital masyarakat.
