“Ini bagian dari learning journey pengembangan talenta digital yang dirancang secara bertahap dan berkelanjutan. Skala program pelatihan yang diusulkan menunjukkan keseriusan Jawa Timur, yakni 19 ribu peserta,” ujarnya.
Meutya menegaskan bahwa kerja sama juga membuka ruang kolaborasi dengan industri, mitra global, dan komunitas teknologi, termasuk pemanfaatan karya anak bangsa berbasis kecerdasan artifisial untuk menjawab tantangan ruang digital nasional.
“Indonesia salah satu digital market terbesar di dunia, mereka harus juga kita pastikan tidak hanya beroperasi di Indonesia tapi juga memberikan pelatihan-pelatihan yang cukup bagi masyarakat dalam menggunakan teknologi-teknologi mereka,” tegas Meutya.
Melalui kemitraan ini, Kementerian Komdigi berharap Jawa Timur dapat menjadi model pengembangan talenta digital daerah, sekaligus mendorong provinsi lain untuk mengambil langkah serupa dalam memperkuat daya saing bangsa di era digital. (tim)
