“LPDP berkomitmen untuk menegakkan aturan secara adil, konsisten, dan bertanggung jawab kepada seluruh awardee dan alumni, serta terus menjaga integritas institusi dalam memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia,” sambungnya.
Di tengah polemik yang berkembang, Dwi menyampaikan permintaan maaf terbuka melalui akun Instagram terverifikasi miliknya, @sasetyaningtyas.
Ia mengakui pernyataannya lahir dari kekecewaan dan frustrasi pribadi, namun menyadari cara penyampaiannya tidak tepat dan berpotensi melukai banyak pihak.
Dalam klarifikasinya, Dwi menyebut dirinya tetap mencintai Indonesia dan berharap dapat terus berkontribusi bagi bangsa. Ia juga mengapresiasi kritik yang disampaikan secara konstruktif serta berjanji belajar berkomunikasi lebih bijaksana di ruang publik.
Isi lengkap permintaan maaf Sasetyaningtyas:
Sehubungan dengan unggahan saya sebelumnya yang memuat kalimat “cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan”, dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat yang merasa tersakiti, tersinggung, maupun tidak nyaman atas pernyataan tersebut.

