أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ كَتَبَ إِلَى أَهْلِ الشَّامِ أَنْ عَلِّمُوا أَوْلادَكُمُ السِّبَاحَةَ وَالرَّمْيَ وَالْفُرُوسِيَّةَ
“Umar bin Khattab telah mewajibkan penduduk Syam supaya mengajar anak-anak kamu berenang, dan memanah, dan menunggang kuda.”- Hr.Muslim.
Sejalan dengan hadis tersebut, Menag menerangkan bahwa Kemenag juga telah banyak mengadakan ajang olahraga. ”Kementerian Agama, berdasarkan perintah ayat Al-Qur’an dan Hadis, secara konsisten menyelenggarakan berbagai ajang olahraga seperti Porseni bagi pondok pesantren dan madrasah,” ujar Menag. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa bakat-bakat atletik di lingkungan keagamaan mendapatkan ruang apresiasi yang setara.
Secara khusus, Menag menyoroti peran Pekan Olahraga dan Seni Pesantren Nasional (POSPENAS) sebagai ajang penggalian potensi atletik santri yang berkarakter khas pesantren. Selain itu, terdapat pula Pekan Seni dan Olahraga Nasional (PESONA) PTKI yang ditujukan untuk menyiapkan delegasi mahasiswa menuju ajang internasional.

