Dengan pendekatan ini, penanganan sampah diharapkan lebih efektif dan mengurangi kebutuhan mobilisasi sampah ke tempat pembuangan akhir.
Lebih lanjut, Mendiktisaintek juga menjelaskan akan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan pemerintah daerah untuk memastikan teknologi yang digunakan aman dan tidak berdampak negatif terhadap lingkungan.
“Tentu nanti kita juga akan bersama-sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memastikan bahwa teknologi-teknologi yang ada itu juga bersih, tidak memberikan dampak negatif pada lingkungan,” pungkas Menteri Brian.
Pemerintah akan melakukan asesmen untuk menentukan teknologi yang paling tepat sebelum diterapkan secara lebih luas.
“Dalam tahun ini kita berharap sudah bisa diuji coba di beberapa kelurahan,” ungkap Menteri Brian.
Berbeda dengan konsep waste to energy, teknologi skala mikro ini tidak difokuskan untuk menghasilkan listrik. Hasil pengolahannya berupa material seperti pasir yang dapat dimanfaatkan kembali untuk campuran material konstruksi, seperti trotoar maupun semen.
