IPOL.ID — Washington menuduh Moskow atas dugaan Jeffrey Epstein adalah agen mata-mata Rusia. Dengan nama sandi operasi, Honey Trap, Amerika Serikat (AS) mengungkap tuduhan tersebut setelah dokumen terbaru yang dipublikasi Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) menunjukkan bahwa Epstein menjalin kontak dan upaya pertemuan dengan pejabat tinggi Rusi. Termasuk usahanya untuk mendekati Presiden Vladimir Putin melalui perantara, sejak awal dekade 2010-an.
Menurut catatan pengamat intelijen, Epstein Files mencakup komunikasi Jeffrey dengan orang-orang yang memiliki hubungan dengan Pemerintah Rusia dan intelijen Rusia. Meskipun tidak ada bukti bahwa pertemuan dengan Putin benar-benar terjadi.
Gedung Putih menilai ada kekhawatiran tentang adanya jaringan luas yang melampaui kasus penyalahgunaan seksual, melibatkan hubungan lintas negara hingga potensi ancaman terhadap keamanan dan intelijen.
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk ikut bersuara. Dilansir Washington Post, Ia mengatakan Polandia akan membuka penyelidikan khusus terhadap kemungkinan hubungan Epstein dengan layanan intelijen Rusia, tepatnya setelah lebih dari 1.000 dokumen menyebut nama Vladimir Putin dalam konteks korespondensi atau rujukan lain.
