Salah satu poin krusial yang dikhawatirkan adalah fokus ISF pada demiliterisasi Gaza, termasuk pelucutan senjata Hamas. Hal ini dinilai MUI bukan sebagai solusi berkeadilan bagi bangsa Palestina.
Gaza “Hemat saya, ISF bukan instrumen perdamaian dan kemerdekaan Palestina. Padahal yang selama ini Indonesia perjuangkan adalah kemerdekaan Palestina dan menghapuskan penjajahan di muka bumi ini, termasuk penjajah Israel,” urai Sudarnoto.
Atas pertimbangan itu, MUI meminta pemerintah meninjau kembali rencana pengiriman pasukan. Lembaga tersebut mengkhawatirkan dampak terhadap reputasi Indonesia sebagai negara yang konsisten membela hak-hak rakyat Palestina.
Risiko lain yang diingatkan adalah potensi konfrontasi dengan Hamas apabila Indonesia dianggap terlibat dalam skema yang merugikan kepentingan Palestina.
“Jika tidak dipertimbangkan matang, maka pengiriman tentara ini berisiko tinggi karena akan berhadapan dengan Hamas. Ini tidak boleh terjadi. Reputasi dan nama baik Indonesia sebagai bangsa yang selama ini membela Palestina akan jatuh,” katanya.

