“Awalnya biasa aja, sampai penuh semua kursinya,” ujar Gamal menunjuk barisan kursi di bawah tenda payung yang berjejer di Blok E.
“Apalagi waktu pengunjung ikut tampil, makin rame, itu sih pecah banget jadinya,” sambung pria bertopi itu.
Momen ini, diungkapkan oleh Hendi, menjadi ruang bagi Sanggar Raka untuk unjuk gigi.
Diungkapkan, Sanggar Raka Sebaya atau dikenal bernama Sangkaya itu merupakan komunitas musisi jalanan wilayah Depok.
Meski baru berdiri kurang dari setahun, Sangkaya sudah memiliki anggota lebih dari 25 orang. Mereka memiliki latar belakang dan kemampuan memainkan alat musik beragam, seperti gitar, piano, drum hingga biola.
“Alhamdulillah dari sebelumnya kumpul-kumpul saja, kita bentuk komunitas dan sekarang ini sudah menjadi yayasan. Temen-temen yang sebelumnya tampil di jalanan kita rangkul untuk main di kafe,” kata Hendi.
Hingga kini, Sangkaya terbuka bagi siapapun yang ingin bergabung ataupun berkolaborasi.
“Bisa dateng ke sekretariat kita di Grand Depok City, tepatnya Jalan Aster 4 Nomor 99A Tirtajaya, Sukmajaya, Depok,” ungkap Hendi.
