“Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya proyektil peluru yang masih tertanam di paha korban. Saat kami mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD), memang benar terdapat luka yang diduga akibat tembakan di paha kiri korban. Rencananya korban akan menjalani operasi untuk mengeluarkan proyektil peluru tersebut,” jelasnya.
Hingga saat ini, Tim Satreskrim Polres Lumajang tengah bekerja ekstra untuk memecahkan misteri asal tembakan.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di koridor asrama lantai dua guna menentukan sudut tembakan dan jenis proyektil yang digunakan.
“Kami masih mendalami kasus itu untuk mengetahui dari mana asal peluru dan jenis senjatanya. Kami masih mengumpulkan keterangan dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di madrasah itu,” kata dia. (far)
