Ia menjelaskan, Dinas Bina Marga DKI memiliki Satpel Bina Marga di tingkat kecamatan, suku dinas, serta satgas pasukan kuning yang selalu siaga melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan. Setiap kerusakan yang ditemukan akan langsung ditangani untuk menghindari potensi kecelakaan.
Siti menambahkan, mitigasi juga dilakukan dengan pemasangan marka atau garis peringatan di titik-titik jalan rusak agar masyarakat lebih waspada saat melintas.
“Penanganan saat ini dilakukan secara sementara dan darurat dengan penambalan. Namun, ketika kondisi cuaca sudah mendukung, perbaikan permanen akan dilakukan menggunakan aspal hotmix agar kualitas jalan lebih baik dan lebih tahan lama,” tandasnya.
Untuk diketahui, penanganan jalan rusak atau berlubang pascahujan deras dilakukan secara menyeluruh di lima kota administrasi DKI Jakarta.(sofian)
